TIMES JOGJA, JAKARTA – Manchester United kembali mendapat pukulan telak. Bermain tanpa manajer tetap, Setan Merah tersingkir dari Piala FA setelah takluk 1-2 dari Brighton di Old Trafford, Minggu (11/1/2026) malam waktu setempat.
Kekalahan ini menutup pekan yang kacau bagi Red Devils. Klub memecat pelatih Ruben Amorim pada pertengahan pekan dan menyerahkan tim kepada Darren Fletcher sebagai pelatih sementara. Suasana di tribun pun memanas, dengan sorakan keras dari suporter tuan rumah saat peluit panjang berbunyi.
Fletcher mengakui situasi klub sedang tidak baik. Namun ia menolak anggapan bahwa musim Mancheter United sudah berakhir sepenuhnya.
“Situasinya sulit, itu jelas. Tapi musim belum selesai. Targetnya jangan sampai membuang musim ini begitu saja,” ujar Fletcher. United masih berpeluang meraih tiket Liga Champions meski performanya tersendat.
Brighton mencetak dua gol melalui Brajan Gruda pada menit ke-12 dan eks pemain Manchester United Danny Welbeck pada menit ke-64. Tuan rumah hanya bisa memperkecil skor lewat sundulan Benjamin Sesko di menit ke-85. Harapan menyamakan kedudukan ikut pupus setelah Shea Lacey diusir empat menit kemudian.
Kegagalan di FA Cup melengkapi catatan buruk Manchester United di kompetisi domestik musim ini. Sebelumnya mereka juga tumbang di babak awal Piala Liga Inggris dari klub divisi empat, Grimsby. Artinya, United hanya akan memainkan 40 laga kompetitif musim ini, jumlah minimum untuk klub papan atas.
Harapan meraih trofi kini nyaris mustahil. Satu-satunya kompetisi tersisa adalah Premier League, di mana United berada di peringkat ketujuh dan tertinggal 17 poin dari Arsenal dengan 17 laga tersisa. Jika gagal, ini akan jadi musim kedua beruntun United tanpa gelar.
Manajemen klub kini bergerak mencari pelatih interim hingga akhir musim. Nama-nama seperti Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick, Ruud van Nistelrooy, hingga Fletcher sendiri masuk dalam pertimbangan. Namun kekalahan dari Brighton menunjukkan beratnya tantangan di sisa musim.
“Setiap pelatih yang datang ke United menghadapi tuntutan besar. Semua orang harus bertanggung jawab, bukan hanya satu orang,” kata Fletcher.
Arsenal Melaju, Leeds Bangkit, West Ham Lolos Dramatis
Pada laga lainnya, Arsenal memastikan langkah ke putaran berikutnya setelah menang 4-1 di markas Portsmouth. Gabriel Martinelli tampil gemilang dengan hat-trick pertamanya untuk The Gunners. Arsenal sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Colby Bishop, namun bangkit lewat gol bunuh diri Andre Dozzell sebelum Martinelli memastikan kemenangan.
Hasil ini menjaga ambisi Arsenal di empat kompetisi sekaligus: Premier League, Liga Champions, Piala Liga, dan FA Cup. Piala FA sendiri terakhir kali mereka menangkan pada 2020 di era awal Mikel Arteta.
Leeds juga menyingkirkan Derby County dengan kemenangan 3-1 meski sempat tertinggal. Sementara itu Mansfield mencatat kejutan besar setelah menaklukkan Sheffield United 4-3. Norwich pesta gol 5-1 atas Walsall dengan Jovon Makama mencetak hat-trick.
West Ham harus menjalani perpanjangan waktu sebelum menyingkirkan QPR 2-1 dan mengakhiri tren tanpa kemenangan dalam 10 laga. West Brom dan Hull memastikan lolos via adu penalti. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Manchester United Tersingkir dari FA Cup, Arsenal Melaju
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |