Kadin Sleman Sebut Reaktivasi Bandara Adisutjipto Jadi Katalis Ekonomi Baru, UMKM Siap Naik Kelas
Ketua Kadin Sleman Yudi Prihantana. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

Kadin Sleman Sebut Reaktivasi Bandara Adisutjipto Jadi Katalis Ekonomi Baru, UMKM Siap Naik Kelas

Kadin Sleman mendukung reaktivasi Bandara Adisutjipto karena dinilai mampu memperkuat UMKM, pariwisata, logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

TIMES Jogja,Rabu 3 Juni 2026, 10:48 WIB
1.6K
A
A. Tulung

YOGYAKARTAWacana reaktivasi penerbangan komersial di Bandara Adisutjipto Yogyakarta kembali mendapat sorotan positif dari pelaku usaha di Kabupaten Sleman. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sleman menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis yang berpotensi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama sektor UMKM, pariwisata, dan jasa penunjang.

Rencana tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat di bawah arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mendorong optimalisasi sejumlah bandara strategis nasional untuk mendukung konektivitas dan pemerataan ekonomi.

Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana, menyebut reaktivasi Bandara Adisutjipto bukan hanya soal transportasi udara, tetapi juga pintu masuk percepatan ekonomi lokal.

“Ini momentum penting bagi Sleman. Akses yang lebih cepat akan berdampak langsung pada pergerakan wisatawan, distribusi produk UMKM, hingga efisiensi logistik,” ujar Yudi, Rabu (3/6/2026).

Dorong Akses Pasar UMKM dan Penguatan Sektor Pariwisata

Kadin Sleman menilai, pengaktifan kembali Bandara Adisutjipto akan memberikan dampak berlapis pada perekonomian daerah. Sektor UMKM menjadi salah satu yang paling diuntungkan karena akses distribusi produk akan semakin terbuka luas, baik ke pasar nasional maupun regional.

Produk unggulan seperti kuliner khas Kaliurang, hasil pertanian seperti salak pondoh, hingga produk ekonomi kreatif diprediksi akan mengalami peningkatan permintaan.

Selain itu, sektor pariwisata juga diperkirakan akan kembali bergairah. Yogyakarta yang selama ini menjadi magnet wisata nasional akan semakin mudah dijangkau wisatawan dengan adanya tambahan opsi bandara.

Sinergi Dua Bandara dan Keterlibatan Warga Lokal Jadi Kunci

Dalam pandangan Kadin Sleman, keberhasilan reaktivasi Bandara Adisutjipto sangat bergantung pada tata kelola yang terintegrasi dengan bandara lain di DIY, yaitu Yogyakarta International Airport.

Kadin menekankan pentingnya pembagian fungsi yang jelas. Adisutjipto diharapkan fokus pada penerbangan domestik, kargo UMKM, serta penerbangan perintis, sementara YIA tetap menjadi pusat penerbangan internasional.

“Yang paling penting adalah keduanya tidak saling bersaing, tapi saling menguatkan,” tegas Yudi.

Selain itu, Kadin Sleman juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pengembangan bandara, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja.

UMKM Disiapkan Masuk Rantai Pasok Bandara

Kadin Sleman juga mendorong agar pelaku UMKM dilibatkan secara langsung dalam ekosistem bisnis bandara. Hal ini mencakup peluang sebagai pemasok resmi untuk katering, produk makanan, hingga cendera mata khas daerah.

Menurut Yudi, pihaknya siap melakukan kurasi dan pendampingan agar UMKM Sleman mampu memenuhi standar yang dibutuhkan.

“Kami ingin UMKM tidak hanya jadi penonton, tapi masuk langsung ke rantai pasok bandara,” ujarnya.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat

Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari pemerintah daerah. Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai keberadaan kembali penerbangan komersial di Adisutjipto akan memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui koordinasi lintas kementerian terus mematangkan rencana tersebut, termasuk keterlibatan Kementerian Perhubungan, Bappenas, dan TNI Angkatan Udara. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menegaskan bahwa penggunaan bandara militer untuk penerbangan sipil tetap akan mempertimbangkan aspek pertahanan negara.

Saat ini, sebagian besar penerbangan komersial di Yogyakarta terpusat di Yogyakarta International Airport. Namun dengan adanya rencana reaktivasi Bandara Adisutjipto, struktur konektivitas udara di DIY berpotensi kembali terbagi lebih seimbang.

Kadin Sleman menegaskan bahwa keberhasilan program ini harus diukur dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, bukan hanya dari sisi operasional bandara. “Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat Sleman,” papar Yudi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:A. Tulung
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.