Bupati Ponorogo: Grebeg Tutup Suro, Simbol Sejarah Peradaban Bumi Somoroto
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (Foto: Thoriq/TIMES Indonesia)

Bupati Ponorogo: Grebeg Tutup Suro, Simbol Sejarah Peradaban Bumi Somoroto

Grebeg Tutup Suro di Somoroto bukan sekedar perayaan budaya, ia adalah napak tilas peradaban Bantarangin, yang menghidupkan kembali jejak spiritual sejarah dan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Ponorogo bagian barat.

TIMES Jogja,Kamis 24 Juli 2025, 09:34 WIB
568.7K
M
M. Marhaban

PONOROGOGrebeg Tutup Suro di Somoroto bukan sekedar perayaan budaya, ia adalah napak tilas peradaban Bantarangin, yang menghidupkan kembali jejak spiritual sejarah dan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Ponorogo bagian barat.

Somoroto menyimpan sejumlah legenda yang tak hanya beraroma sejarah, tapi juga mistis dan budaya lokal yang kuat.

Somoroto dipercaya sebagai lokasi Kerajaan Bantarangin, yang dipimpin Raja Klono Sewandono, dan kisahnya pun diabadikan dalam seni Reog Ponorogo.

Masyarakat Somoroto dalam minggu-minggu ini mengadakan Grebeg Tutup Suro, sebagai prosesi budaya yang mencerminkan perlawanan kultural terhadap narasi sejarah resmi Ponorogo.

Masyarakat Somoroto juga akan melakukan kirab pusaka, dan pusaka-pusaka yang dikirab adalah peninggalan leluhur, akan diarak keliling desa sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian tradisi.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, yang notabene dilahirkan di wilayah barat Ponorogo sangat mengapresiasi adanya Grebeg Tutup Suro.

"Grebeg Tutup Suro ini menjadi simbol identitas lokal Somoroto, yang ingin mempertahankan sejarahnya," kata Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (24/7/2025).

article
Masyarakat Somoroto berebut gunungan hasil bumi di area monumen Bantarangin. (Foto: Thoriq/TIMES Indonesia)

Ia juga mengakui kalau Somoroto punya sejarah peradaban sendiri di masa lalu, Menurutnya, Monumen Bantarangin di Desa Somoroto,adalah pusat Kerajaan Bantarangin tempat lahirnya seni Reog Ponorogo.

"Tradisi ini menjadi pengingat akan kekayaan Prabu Klono Sewandono yang konon pernah melakukan pasewakan agung dan keliling kerajaan demi rakyatnya, " ulas Bupati Sugiri Sancoko.

Orang nomor satu di Pemkab Ponorogo ini juga membeberkan, bahwa Somoroto pernah menjadi peradaban sejarah masa lalu Ponorogo, dibuktikan dengan adanya Pasarean Astana Srandil,

"Di situ tempat bersemayamnya para bupati Somoroto. Lokasi tersebut sering diziarahi, karena diyakini menyimpan energi spiritual dan sejarah panjang," jelas Bupati Sugiri Sancoko.

Ia pun menyimpulkan, tradisi Grebeg Tutup Suro ini menunjukkan bagaimana masyarakat Somoroto menjaga akar budaya di tengah arus modernisasi.

"Dan Grebeg Tutup Suro ini menjadi bagian dari proses kontemplatif masyarakat, menyatukan masa lalu, doa, dan harapan masa depan," kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M. Marhaban
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.