Tunggakan Capai Rp41 Miliar, BPJS Kesehatan Hentikan Layanan Kesehatan Gratis untuk 50.000 Warga Pamekasan
Ilustrasi - Kartu Indonesia Sehat dari BPJS Kesehatan. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

Tunggakan Capai Rp41 Miliar, BPJS Kesehatan Hentikan Layanan Kesehatan Gratis untuk 50.000 Warga Pamekasan

Layanan BPJS Kesehatan untuk sekitar 50.000 peserta di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dihentikan sementara akibat tunggakan iuran pemerintah daerah senilai Rp 41 miliar selama tujuh bulan. Selain itu, pemutusan juga terkait pembaruan data penerima

TIMES Jogja,Rabu 8 Oktober 2025, 22:35 WIB
257.2K
R
Rochmat Shobirin

JAKARTALayanan BPJS Kesehatan untuk sekitar 50.000 peserta di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dihentikan sementara akibat tunggakan iuran pemerintah daerah senilai Rp 41 miliar selama tujuh bulan. Selain itu, pemutusan juga terkait pembaruan data penerima bantuan iuran (PBI) nasional berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DT SEN).

Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr. Saifudin, membenarkan penghentian layanan kesehatan BPJS. “Posisi kita saat ini cut off karena ada tunggakan kurang lebih Rp 41 miliar,” ujarnya, Rabu (8/10/2025).

Ia menambahkan bahwa pelayanan hanya akan kembali normal setelah tunggakan dibayar. BPJS memberikan syarat minimal enam bulan tunggakan harus dilunasi, sedangkan satu bulan tunggakan bisa dibayarkan tahun berikutnya.

Sementara itu, masyarakat yang sakit saat ini harus menggunakan layanan kesehatan umum karena pelayanan gratis BPJS belum dapat diakses.

“Kalau sakit sekarang belum bisa mendapatkan layanan BPJS. Harus layanan umum,” kata dr. Saifudin.

Anggota DPRD Pamekasan, Abd. Rosyid Fansori, menyoroti bahwa pemutusan kepesertaan BPJS ini belum sepenuhnya valid.

“Dari 50.000 layanan kesehatan yang diputus tidak semuanya valid. Masih ada masyarakat miskin dan membutuhkan layanan gratis,” ujarnya. Rosyid menekankan pentingnya verifikasi ulang data PBI nasional agar warga miskin tetap mendapatkan akses kesehatan.

Humas BPJS Pamekasan, Ary Udiyanto, enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait penghentian layanan. “Kami belum menggelar rapat. Belum bisa menjawab sekarang,” ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena berdampak langsung pada akses layanan kesehatan masyarakat miskin, sekaligus menegaskan pentingnya kepatuhan pemerintah daerah terhadap kewajiban iuran BPJS agar program jaminan kesehatan tetap berjalan lancar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rochmat Shobirin
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.