TIMES JOGJA, GUNINGKIDUL – Upaya mengurangi serangan monyet ekor panjang terhadap lahan pertanian warga pesisir kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Tahun 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengalokasikan anggaran Rp160 juta untuk program penyediaan pakan bagi kawanan primata tersebut.
Kepala Bidang Konservasi dan Kerusakan Lingkungan DLH Gunungkidul, Hana Kadaton Adinoto, mengatakan program pemberian pakan ini merupakan langkah preventif agar monyet tidak masuk ke area pertanian dan permukiman warga.
“Program ini sudah berjalan sejak 2023 dengan dukungan dana keistimewaan. Tahun ini anggarannya disesuaikan menjadi Rp160 juta karena adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat,” kata Adinoto, Selasa (13/1/2026).
Fokus Wilayah Pesisir Tepus
Adinoto menjelaskan, pakan yang disiapkan berupa ketela, singkong, pisang, serta buah-buahan lainnya. Anggaran tidak hanya digunakan untuk pengadaan pakan, tetapi juga mencakup biaya tenaga yang bertugas mendistribusikannya.
“Penyaluran pakan akan dimulai Februari hingga Desember 2026. Lokasinya diprioritaskan di kawasan pesisir, khususnya Kapanewon Tepus yang selama ini menjadi titik konflik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, lebih dari dua ton pakan telah disebar ke habitat monyet. Setiap hari, pasokan pakan diberikan secara rutin meski distribusinya dilakukan bergantian.
“Rata-rata setiap hari disiapkan sekitar 45 kilogram singkong dan 18 sisir pisang,” jelasnya.
Populasi Meningkat, Warga Masih Terancam
Di sisi lain, Ulu-Ulu Kalurahan Purwodadi, Tepus, Suroyo, mengungkapkan bahwa ancaman monyet ekor panjang masih dirasakan warga hingga saat ini. Bahkan, jumlah kawanan monyet disebut terus bertambah.
“Di Purwodadi saja sekarang ada sebelas titik persembunyian monyet yang sering keluar dan merusak tanaman warga,” kata Suroyo.
Ia menyebut warga telah berupaya menghalau monyet dengan berbagai cara, mulai dari membunyikan petasan hingga menjaga ladang sampai petang. Namun, upaya tersebut belum efektif.
“Masalah ini bukan hanya di Purwodadi. Hampir seluruh wilayah pesisir di Kapanewon Tepus rawan gangguan monyet,” paparnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Tekan Serangan Monyet ke Sawah Warga, DLH Gunungkidul Kucurkan Rp160 Juta
| Pewarta | : A. Tulung |
| Editor | : Deasy Mayasari |