https://jogja.times.co.id/
Berita

Pemkab Bantul Kembangkan TPS 3R Menuju Zero Waste

Minggu, 27 Juni 2021 - 18:45
Pemkab Bantul Kembangkan TPS 3R Menuju Zero Waste Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat meninjau proses pengolahan sampah 3 R (Foto: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)

TIMES JOGJA, BANTUL – Pengelolaan sampah di kabupaten Bantul tidak akan tergantung lagi dengan keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Bila model pengelolaan sampah 3 R (Reduse,Reuse dan Recycle) dikembangkan di setiap Kalurahan. Bupati Abdul Halim Muslih mewakili Pemkab Bantul menyampaikan pernyataan ini saat menghadiri acara Implementasi Pengelolaan Sampah di TPS 3R Salakan Kalurahan  Potorono Kapanewon Banguntapan, Minggu (27/6/2021)

Selama ini kapasitas TPA Piyungan yang tidak mampu menampung volume sampah yang terus bertambah. Selalu menjadi masalah klasik. Tidak hanya bagi kabupaten Bantul. Tetapi juga bagi kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Menyusul masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah. Agar volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan. 

TPS 3 R bPengurus Bantul Go Green (Foto : Totok Hidayat/TIMES Indonesia)

Keberadaan Bank Sampah yang selama ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan terrnyata belum berfungsi secara maksimal. Karena baru bersifat memilah dan mengolah sebagian sampah. Sehingga residu yang dibuang masih cukup besar. Khususnya jenis sampah yang masih sulit didaur ulang. Seperti pembalut, pampers dan kaca. 

Sehingga Abdul Halim Muslih menyambut gembira hadirnya model pengelolaan sampah 3 R . Karena tidak menyisakan residu untuk dibuang ke tempat sampah. 

"Model ini bisa disebut sebagai pengelolaan sampah paripurna menuju Zero Waste," jelas Abdul Halim Muslih.

Ketua Bantul Go Green Maming Triyono memastikan dengan model maka seluruh sampah dapat didaur ulang. Bahkan seperti pembalut dan pampers yang selama ini sulit didaur ulang. Maming menjelaskan dengan sentuhan tekonologi kedua jenis sampah ini dapat didaur ulang menjadi batu bata ringan. 

TPS 3 R cTPS 3 R milik BUMKal Potorono (Foto : Totok Hidayat/TIMES Indonesia)

Bantul Go Green siap menjadi mitra Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) yang selama ini menjadikan pengelolaan sampah sebagai bidang usaha. Setelah BUMKal Potorono, menyusul BUMKal Trimurti Kapanewon Srandakan dan BUMKal Palbapang Kapanewon Bantul. Bahkan beberapa Depo Sampah swasta juga tertarik untuk bermitra dengan Bantul Go Green. 

Ketertarikan ini tidak lepas dari keuntungan yang diperoleh dari model pengelolaan sampah zero waste. Bila sebelumnya BUMKal dan Depo Sampah harus mengeluarkan biaya untuk membuang sampah ke TPA Piyungan. Dengan model 3 R maka sampah dapat diaur ulang atau dijual. Sehingga menambah penghasilan, disamping iuran dari masyarakat yang membuang sampah.  

⁣Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bantul Ari Budi Nugroho dalam keteranganenya menyampaikan bahwa⁣ ada beberapa model pendekatan penanganan sampah seperti Bank Sampah, Sodakoh Sampah dan pendekatan 3R menuju Zero Waste. Prinsip penanganan sampah 3R menuju Zero Waste diawali dengan pemilahan sampah di sumbernya. Dilanjutkan pemilahan sampah di tempat penampungan sampah sementara. Serta pengolahan sampah residu dengan teknologi . Sehingga tidak ada lagi sampah yang tersisa atau mendekati nol.⁣(*)

Pewarta : Totok Hidayat
Editor : Irfan Anshori
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jogja just now

Welcome to TIMES Jogja

TIMES Jogja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.