Pengamat Politik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ahmad Norma Permata. (FOTO: Olivia Rianjani/TIMES Indonesia)

Debat Cawapres Paling Ditunggu Publik, Bagaimana dengan Gibran?

Pengamat UIN Kaijaga Yogyakarta, Ahmad Norma Permata menilai, debat perdana capres cukup menarik ... ...

TIMES Jogja,Kamis 14 Desember 2023, 18:09 WIB
13.1K
O
Olivia Rianjani

YOGYAKARTAPengamat UIN Kaijaga Yogyakarta, Ahmad Norma Permata menilai, debat perdana capres cukup menarik. Hanya, publik justru lebih menunggu debat Calon Wakil Presiden atau debat Cawapres. Yakni, antara Caawapres Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD.

“Saya kira debat cawapres akan menjadi yang paling dinanti karena kita tahu secara awam Gibran punya gap yang cukup jauh dengan kedua kandidat yang lain yang merupakan politisi senior,” kata Norma, Kamis (14/12/2023).

Hal ini mengingat, Mahfud MD berlatar belakang akademisi dan aktivis. Muhaimin Iskandar atau Cak Imin merupakan politisi dengan jam terbang sangat tinggi. Sementara latar belakang Gibran bukan aktivis atau pun akademis.

Kondisi tersebut, menjadi PR besar bagi tim kreatif di belakang Gibran untuk mempersiapkan putra sulung Presiden Jokowi tersebut untuk mengikuti debat Cawapres yang rencananya digelar pada 22 Desember 2023 mendatang.

“Kalau soal irit bicara Gibran, karena selama ini memang memang posisi Gibran itu agak sulit ya karena dia belum berdiri di kakinya sendiri, ibaratnya masih berdiri di ketiak bapaknya. Sehingga harusnya kalau nanti dia punya pengalaman misal satu periode lah, katakanlah itu dia sudah akan bisa bicara ini yang pernah saya lakukan ini dan itu,” papar Norma.

Akan tetapi, lanjutnya, kalau pun nanti Gibran bicara irit tidak masalah, pasalnya seperti debat pertama, capres tidak memanfaatkan waktu secara maksimal. Terutama Prabowo, baru beberapa puluh detik begitu saat ditanya masih ada waktu dan dia (Prabowo) bilang cukup karena dia merasa poinnya itu.

Norma menduga, sepertinya inilah strategi Prabowo dan Gibran untuk membangun kampanye yang tidak serius, karena posisinya sudah unggul sehingga memang tidak perlu yang serius-serius.

“Saya kira Gibran akan lebih banyak defensif yang penting bisa menjawab. Justru kalau tidak bisa bicara nah itu baru masalah, intinya yang penting selama dia (Gibran) bisa menjawab punya argumen itu sudah sudah akan baguslah. Apalagi berhadapan dengan tokoh-tokoh yang lebih senior masih mungkin ya,” jelas Norman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Olivia Rianjani
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.