https://jogja.times.co.id/
Berita

Dosen ITNY Ciptakan Alat Aduk Inovatif, Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun Ramah Lingkungan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 17:48
Dosen ITNY Ciptakan Alat Aduk Inovatif, Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun Ramah Lingkungan Dosen ITNY menciptakan alat aduk inovatif untuk ubah minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan. (FOTO: ITNY)

TIMES JOGJA, YOGYAKARTA – style="text-align:justify">Minyak jelantah selama ini dikenal sebagai limbah berbahaya. Selama ini, minyak jelantah kerap dibuang sembarangan ke saluran air atau bahkan dipakai ulang untuk menggoreng makanan.

Padahal, potensi minyak jelantah di Indonesia sangat besar, diperkirakan mencapai 3,8 juta ton per tahun. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat menyumbat saluran air, mencemari tanah, hingga merusak ekosistem perairan.

Melihat persoalan tersebut, dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) melakukan terobosan penting. Mereka merancang alat pengaduk otomatis berbasis listrik untuk membantu masyarakat mengolah minyak jelantah menjadi produk bermanfaat, salah satunya sabun mijel (sabun minyak jelantah).

Dari Limbah Berbahaya Jadi Produk Bermanfaat

Dosen ITNY, Dr. Ir. Ani Tjitra Handayani, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa banyak masyarakat belum memahami risiko dari penggunaan minyak jelantah.

“Sebagian orang masih menggunakan minyak jelantah untuk memasak kembali, padahal itu berbahaya bagi kesehatan. Ada juga yang membuangnya langsung ke saluran air, yang jelas berbahaya bagi lingkungan,” terang Ani sebagai ketua tim didampingi rekannya, Ir. Retnowati Setioningsih, ST., MT., Sabtu (30/8/2025).

Menurut Ani, minyak jelantah sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi berbagai produk seperti biodiesel, lilin, pupuk cair, bahkan pakan ternak. Namun, salah satu inovasi paling dekat dengan kehidupan rumah tangga adalah sabun mijel, yang terbukti mampu membersihkan noda minyak pada pakaian, serbet, hingga lantai.

Inovasi ini sudah mulai diterapkan oleh kelompok ibu-ibu PKK RT 18 RW 06 Griya Purwo Asri, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Mereka mengolah minyak jelantah rumah tangga menjadi sabun mijel ramah lingkungan.

Namun, dalam proses produksinya, mereka menghadapi kendala teknis. Proses pencampuran minyak jelantah dengan soda api masih dilakukan secara manual menggunakan alat seadanya. Akibatnya, tekstur sabun sering tidak merata dan waktu produksi bisa mencapai 45 menit.

ITNY Hadirkan Solusi:  Alat Aduk Listrik

Melihat kesulitan tersebut, tim dosen ITNY bersama mahasiswa kemudian turun langsung melakukan pendampingan. Mereka merancang alat pengaduk listrik khusus sabun jelantah yang bekerja layaknya mixer.

“Dengan adanya alat pengaduk ini, hasil pencampuran menjadi lebih merata, waktu produksi lebih cepat, dan jumlah sabun yang dihasilkan meningkat,” jelas Ani.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat ITNY yang berlangsung sejak November 2024 hingga Januari 2025. Tim pengabdian terdiri dari Ani Tjitra Handayani sebagai ketua, bersama Dandung Rudi Hartana, ST., M.Eng., Retnowati Setioningsih, serta mahasiswa Anggun Abdul Hafid.

Selain menyediakan alat, tim ITNY juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dampak negatif minyak jelantah jika tidak dikelola dengan baik. Program ini sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga, karena sabun mijel bisa diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan dipasarkan.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari pengolahan limbah minyak jelantah,” tambah Ani.

Dengan adanya inovasi ini, limbah minyak goreng yang sebelumnya dianggap masalah kini bisa menjadi sumber keberkahan. Sabun mijel bukan hanya solusi ramah lingkungan, tetapi juga wujud nyata kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan. (*)

Pewarta : Soni Haryono
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jogja just now

Welcome to TIMES Jogja

TIMES Jogja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.