Kopi TIMES

Tujuan Indonesia Merdeka

Rabu, 17 Agustus 2022 - 18:17
Tujuan Indonesia Merdeka Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah

TIMES JOGJA, JAKARTA – Indonesia merdeka dari cengkeraman penjajah telah berlalu 77 tahun yang silam.  Kemerdekaan yang sangat mahal itu terwujud atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur seluruh rakyat Indonesia supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. 

Kini yang diperlukan agar pemerintah dan seluruh komponen rakyat Indonesia secara bersama-sama terus berjuang mewujudkan cita-cita kemerdekaan itu di dunia nyata sekaligus menjadikan negeri ini makin bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. 

Jika di zaman penjajahan bangsa Indonesia dibelenggu hak-hak dasar kehidupannya maka saat ini rantai pembelengguan itu harus benar-benar hilang dalam seluruh kehidupan berbangsa-bernegara. Segenap rakyat Indonesia harus merasakan benar-benar hidup aman, tenteram, damai, dan bebas dalam memenuhi hajat hidupnya. 

Sebaliknya tidak ada hal apapun yang membuat rakyat takut dan terhalangi kebebasannya secara bertanggungjawab. Tidak lagi ada hak-hak rakyat yang terampas, terabaikan, dan termanipulasi  oleh apapun dan siapapun. Rakyat tidak menjadi objek penderita dari kekuatan apapun dalam segala lapangan kehidupan. 

Rakyat benar-benar dapat menikmati kehidupan yang leluasa tanpa pengekangan dan ketakutan. Hukum dan kekuasaan tidak disalahgunakan yang membuat rakyat tidak dapat menikmati kehidupan secara layak dan bermartabat. Segala kebijakan negara benar-benar dapat melindungi hak-hak dasar dan ekositem kehidupan rakyat serta tidak boleh merugikan rakyat  sebagai pemilik utama Indonesia. 

Tentu semuanya harus dibarengi oleh sikap hidup rakyat yang  berkeadaban mulia, cerdas, berilmu, taat hukum,  dan bertanggungajawab dalam berbangsa-bernegara sebagaimana layaknya bangsa merdeka yang dewasa dan bermarwah utama. 

Indonesia merdeka juga hadir untuk menyatukan negeri dan bangsa ini agar tidak tercerai berai dan menjadi korban adu domba sebagaimana dulu dilakukan penjajah dengan politik devide et impera. 

Seluruh pejuang, pendiri, dan komponen rakyat telah berjuang agar Indonesia menjadi bangsa dan negara yang benar-benar bersatu dalam jiwa Persatuan Indonesia dalam sila ketiga Pancasila. 

Atas faktor apapun tidak boleh Indonesia menjadi tercerai-berai yang membuat negeri dan bangsa ini runtuh. Kebhinekaan  agama, suku, ras, golongan, pilihan politik, dan lain-lain niscaya mengikat persatuan serta tidak menjadi benih perpecahan. 

Merayakan kebhinekaan harus satu paket dengan merayakan persatuan. Masalah-masalah  bangsa seberat apapun dapat dipecahkan bersama secara musyawarah mufakat berlandaskan jiwa gotongroyong dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Seluruh pihak dalam menghadapi masalah kebangsaan mengedepankan titik temu dan solusi serta tidak saling menghujat, menebar prasangka, dan saling menegasikan. Isu tentang radikalisme-ekstrimisme dan intoleransi dapat dikonstruksi secara lebih cerdas, objektif, dan bijaksana serta tidak makin membelah rakyat secara saling berhadapan, yang justru dapat mengoyak Persatuan Indonesia. 

Pemerintah Indonesia benar-benar menjadi milik seluruh rakyat Indonesia yang bersifat mengayomi, membimbing, melindungi, dan memberi arah dalam kehidupan yang benar dalam berbangsa dan bernegara. 

Dalam kehidupan berbangsa-bernegara, Pancasila dengan lima silanya benar-benar menjadi pondasi nilai utama yang dipraktikkan secara nyata dan bertemali dengan agama dan kebudayan luhur yang hidup dan menyatu dengan denyut nadi kehidupan bangsa Indonesia. 

Rakyat Indonesia niscaya makin merasakan hidup yang  benar-benar adil dan makmur secara nyata dan lebih baik sebagai bukti merdeka. Bersamaan dengan itu Indonesia sebagai negara-bangsa makin tegak berdaulat dari segala bentuk intervensi dan hegemoni di dalam maupun luar negeri layaknya negara dan bangsa yang sepenuhnya merdeka.

Elite dan rakyat benar-benar bersatu mewujudkan tujuan nasional yang telah diletakkan oleh para pendiri negara 77 tahun silam yang menjadi alasan utama untuk apa Indonesia merdeka!

 

* Oleh: Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Pewarta :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jogja just now

Welcome to TIMES Jogja

TIMES Jogja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.