Berita

Bakmi Jogja Sundoro, Inovasi Bakmi Jawa Kemasan Pertama di Indonesia

Jumat, 14 Januari 2022 - 07:33
Bakmi Jogja Sundoro, Inovasi Bakmi Jawa Kemasan Pertama di Indonesia Adi Setiawan sebagai Founder Bakmi Jowo Sundoro (Foto: Sundoro Indonesia)

TIMES JOGJA, JAKARTA – Pecinta kuliner mie pasti tidak asing dengan bakmi Jogja atau yang lebih kita kenal dengan bakmi Jawa. Rasanya yang manis dan gurih membuat orang tidak mudah untuk melupakan keenakan rasa dari hidangan tersebut.

Makanan tersebut biasanya dengan mudah kita dapatkan jika kita langsung membelinya dari warung-warung bakmi Jawa atau penjual bakmi gerobak yang banyak bertebaran. Namun pernakah kalian mendengar bakmi Jawa yang dikemas dalam kemasan instan? Ya, Bakmi Jogja Sundoro adalah jawabannya.

Adi Setiawan adalah founder dari adanya produk Bakmi Jogja Sundoro yang dimana merupakan Bakmi Jawa kemasan pertama di Indoenesia. Ia bersama istrinya, Bintari Saptanti, membangun bisnis Bakmi Jogja Sundoro sejak tahun 2018. Berawal dari hobby memasak yang dimilikinya oleh anaknya, Adi membuka warung bakmi Jogja di Semarang dengan nama Sundoro.

Bakmi Jowo Sundoro bProses produksi Bakmi Jowo Sundoro. (Foto: Sundoro Indonesia)

Sundoro sendiri memliki arti khusus bagi keluarga Adi. “Sundoro itu adalah nama kecil dari Sri Sultan Hamengkubuwono II, dimana Istri Saya masih memiliki jalur keturunan langsung dari Sultan Hamengkubuwono II itu sendiri” ucap Adi, bapak dari 5 orang anak tersebut.

Pada tahun 2019, Adi mengubah sistem operasional bisnis tersebut menjadi sebuah badan usaha dengan nama Cv. Sundoro Indonesia. Berfokus pada food service masakan Bakmi Jogja yang berkonsep fast food. Pada tahun itu pula 8 outlet Bakmi Jogja telah berdiri di area Semarang.

Tahun 2020 menjadi titik balik bagi usaha Bakmi Jogja yang telah didirikannya. Pandemi yang memasuki Indonesia pada tahun tersebut, memaksa Adi menutup seluruh outlet Bakmi yang telah dibangunnya hingga terpaksa merumahkan banyak pegawainya saat itu.

Tidak ingin menyerah dan tetap ingin terus untuk berbisnis dalam usaha Bakmi Jawa, dirinya mulai berinovasi untuk membuat Bakmi Jawa yang dapat didistribusikan ke banyak tempat. Tidak ingin mengalami hambatan di tengah jalan, Adi telah mempersiapkannya dengan baik apa saja yang perlu dipersiapkannya.

“Sejak awal, Saya telah mengurus legalitas yang cukup seperti BPOM dan sertifikat kehalalannya agar mudah dalam proses pendistribusian yang dilakukan” ujar Adi.

Mengawali dengan memasarkannya melalui media sosial dan marketplace blibli.com, produk Bakmi Jogja Sundoro mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Sepanjang tahun 2020 tersebut, Bakmi Jogja Sundoro didistribusikan secara frozen food ke mitra-mitra yang telah ada.

Konsep frozen food sendiri memiliki tantangan tersendiri karena perlu untuk didistribusikan secara cepat kepada pelanggan. Awalnya, distribusi dilakukan dari Semarang ke mitra atau reseller yang telah bekerja sama, namun hal tersebut kurang efesien bagi produk frozen food.  “Setelahnya kami memunculkan model bisnis system point atau direct sehingga mitra atau reseller dapat mudah mengambil produk pada gudang stock point yang ada” tutur Adi kepada TIMES Indonesia.

Saat ini, gudang stock point sendiri telah ada di banyak kota di Indonesia seperti Surabaya, Sidoarjo, Semarang, Bandung, Jogja, dan Jakarta.

Tidak cukup sampai disitu, pada April 2021 produk Bakmi Jogja Sundoro mulai memasarkan produk bakmi kering yaitu dengan kemasan instan. Menjadi produk Bakmi Jawa yang dipasarkan secara kemasan pertama di Indonesia, Bakmi yang dijual tidak diolah menggunakan oven ataupun penggorengan namun menggunakan food dehydrator. Hal tersebut menjadikan produk bakmi yang dimilikinya menjadi lebih sehat tanpa bahan pengawet maupun bahan pewarna sintetik lainnya.

Pada pemasaran produk bakmi kering sendiri, Adi membuat lini penddistribusian produk yang baru, yaitu ke toko-toko modern ataupun swalayan di kota-kota di Indonesia.

“Saat ini kami memasarkan produk Bakmi kering kami seperti di Bilka Supermarket atau Bonnet Supermarket di Surabaya dan juga seperti Sarikat Jaya di Gresik” jelas Adi. Saat ini, total toko yang telah Ia supply ada sekitar 150-an toko yang tersebar di Surabaya, Solo, Jogja, Purwokerto, Bandung, Cirebon, Jabodetabek, dan lainnya.

Permintaan pasar yang terus meningkat hingga saat ini, membuat Adi berharap agar segera dapat membuka sentra produksi lainnya selain sentra produksi yang ada di Semarang, Jawa Tengah. “Saat ini produksi berada di angka 70 persen, kami berharap pada akhir 2022 target 5000 karton per bulan dapat kami laksanakan” ungkap Adi.

Peminat dari Bakmi Jogja Sundoro tidak hanya dari kalangan lokal saja, namun hingga mancanegara.

“Walaupun saat ini kami belum membuka produksi ekspor ke luar negeri, namun konsumen saat ini juga terdapat peminat dari pasar luar negeri seperti Singapura, Taiwan, Malaysia dan lainnya” tutur Adi.

Bakmi Jowo Sundoro cProses produksi Bakmi Jowo Sundoro. (Foto: Sundoro Indonesia)

Kedepannya dirinya berharap dapat mengeluarkan banyak variasi-variasi dari berbagai jenis bakmi di Indonesia sendiri seperti bakmi Surabaya, bakmi Semarang, bakmi Aceh dan lainnya. Namun untuk saat ini, dalam 2-3 tahun kedepan Adi bersama teamnya ingin berfokus kepada pasar di dalam negeri yang masih sangat luas untuk dikembangkan.

Adi berujar bahwa dalam sebuah bisnis, distribusi adalah poin penting yang tidak bisa dihilangkan. Selain itu, investasi terbesar dalam sebuah bisnis adalah sebuah team. Kepada teman-teman umkm yang lain, Adi berpesan agar tidak berputus asa dalam membangun sebuah bisnis.

“Mindset yang kuat dari diri kita perlu untuk dapat benar-benar membangun bisnis yang dapat berkembang,” pungkas Adi.

Produk Bakmi Jogja Sundoro sendiri saat ini dapat ditelusuri lebih jauh di official website www.sundoroindonesia.com ataupun media sosial Instagram @sundoro.indonesia. (*)

Pewarta : TIMES Magang 2021
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jogja just now

Welcome to TIMES Jogja

TIMES Jogja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.