Dugaan Keracunan Massal Nodai MBG di Cianjur, Siswa MTs Islamiyah Jalani Perawatan
TIMES Jogja/RSUD Sayang Cianjur. (FOTO: Istimewa)

Dugaan Keracunan Massal Nodai MBG di Cianjur, Siswa MTs Islamiyah Jalani Perawatan

Sembilan pelajar MTs Islamiyah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh pemerintah.

TIMES Jogja,Kamis 4 September 2025, 07:13 WIB
417.2K
W
Wandi Ruswannur

CIANJURSembilan pelajar MTs Islamiyah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh pemerintah. 

Menurut keterangan para siswa MTs Islamiyah, mereka mulai menyantap makanan program tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.

Salah seorang siswa mengungkapkan bahwa sekitar pukul 12.30 WIB, ia dan teman-temannya mulai merasakan gejala aneh. 

“Kami semua merasa mual, muntah, dan pusing secara bersamaan setelah santap MBG,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, pada Kamis (4/9/2025). 

Gejala yang dialami para siswa semakin memburuk, sehingga pihak sekolah segera mengambil tindakan cepat dengan membawa sembilan siswa yang terdampak ke IGD RSUD Sayang Cianjur untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pihak RSUD Sayang Cianjur, Raya Sandi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa telah menerima para siswa yang diduga keracunan.

“Sembilan siswa itu tiba di IGD sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung ditangani oleh tim medis,” kata Raya. 

Menurutnya, kondisi para siswa saat ini sudah mulai membaik dan stabil setelah mendapatkan perawatan intensif.

Sebagai langkah tindak lanjut, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah dikumpulkan dan diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur. 

“Kami telah menyerahkan sampel makanan tersebut ke Dinkes untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti keracunan ini,” jelas Raya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinkes dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu dalam pernyataannya pihak sekolah menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini dan menegaskan komitmen mereka untuk bekerja sama sepenuhnya dengan pihak terkait dalam proses penyelidikan. 

"Kami juga berharap hasil pemeriksaan laboratorium segera keluar, sehingga penyebab keracunan dapat segera diketahui dan masalah ini bisa diselesaikan dengan tuntas," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Wandi Ruswannur
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.